conflict1

Glaber dan Kirchhoff (2011) menjelaskan bahwa konflik terjadi apabila suatu tindakan atau keinginan suatu pihak (individual or group) mempengaruhi tindakan atau keinginan pihak lainnya dan tidak memuaskan pihak tersebut.

Sedangkan yang dimaksud dengan conflict management adalah suatu cara sistematis dan institusional dalam pengembangan dan penyelesaian konflik dengan bentuk pilihan penyelesaian yang transparan, dapat dikendalikan, dan efektif.

Ada 3 kategori konflik organisasional yaitu: (1) conflicts in the workplace (which can range from verbal bullying to team conflicts),  (2) conflicts between corporate units (internal business and corporate conflicts), dan (3)  conflicts between companies (external business conflicts). 

Bila konflik dibiarkan berkepanjangan dan mempunyai intensitas tinggi maka berpotensi menimbulkan stres kerja, apalagi bila setiap karyawan sudah tidak mampu lagi memikirkan pekerjaannya secara objektif.

Dalam kondisi demikian maka peran pimpinan sangatlah penting dalam menyelesaikan konflik.  Seorang pemimpin diharapkan mampu mengendalikan konflik, baik antar individu maupun antar kelompok dalam organisasi, juga konflik antar organisasi.