Perilaku Organisasi merupakan studi tentang apa yang dilakukan orang (people) di dalam organisasi sebagai sistem sosial dan bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi kinerja organisasi, yang sering direfleksikan dalam bentuk efektifitas dan efisiensi. Perilaku Organisasi penting karena mempertimbangkan organisasi sebagai suatu sistem yang terdapat banyak perbedaan didalamnya.

Sedangkan Teori Organisasi membahas berbagai pandangan dan penafsiran atas organisasi yang berisikan uraian teori dan faham tentang organisasi baik dari sisi pendekatan scientific management, social psychology of industry, sosiologi organisasi, dan studi kritis organisasi (Goedono, 2014, Edisi 3).

Organisasi merupakan sistem sosial yang didirikan oleh manusia dan beranggotakan minimal dua orang dengan memiliki pola kerja yang teratur dan terstruktur untuk mencapai tujuan tertentu serta memiliki identitas diri. Organisasi mempunyai dimensi struktural dan dimensi kontekstual. Dimensi struktural terdiri dari formalisasi organisasi, spesialisasi, standarisasi, hirarki otoritas, kempleksitas, sentralisasi, profesionalisme, dan rasio karyawan. Sedangkan dimensi kontekstual terdiri dari ukuran organisasi, teknologi yang berguna, lingkungan organisasi, tujuan organisai, dan budaya organisasi (Sobirin, 2009).

Dalam kaitan antara orang-orang (people), organisasi, dan lingkungannya dapat dijelaskan sebagai berikut.  Bahwa sifat alam adalah adanya kelangkaan sumberdaya dan adanya gejolak alam yang selalu berubah, mendorong munculnya kebutuhan ekonomi, sosial, dan politik bagi manusia. Agar kebutuhan manusia terpenuhi dan terpuaskan maka manusia membentuk organisasi baik berupa organisasi ekonomi, sosial, maupun politik.

Dari adanya kebutuhan yang perlu dipenuhi serta adanya organisasi yang perlu dikelola dengan baik maka diperlukan manajemen. Manajemen merupakan sebuah aktivitas yang melaksanakan sejumlah fungsi tertentu dalam rangka untuk memperoleh, mengalokasikan, dan memanfaatkan kemampuan sumberdaya manusia dan fisik secara efektif sehingga sejumlah tujuan bisa tercapai (Sobirin, 2009).

Ditinjau dari sisi entitas fiksi maka suatu firm merupakan hasil kesepakatan abstrak antara para pihak yang menjadi pemilik dan pengurus, dimana pengurus diberi kewenangan menyusun dan menjalankan firm sesuai dengan amanat yang diberikan pemilik, termasuk kewenangan dalam merekrut tenaga-tenaga pembantu seperti para pegawai yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam firm tersebut.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli organisasi seperti Robbins, Cherrington, dan Daft, tentang esensi organisasi dijelaskan bahwa organisasi memiliki karakteristik adanya sekelompok manusia (group of people) dan adanya tujuan bersama (common goals) yang hendak dicapai.