3 model change

Menurut Cummings dan Worley (2009) terdapat 3 model pengembangan organisasi yaitu : (1) Lewin’s Change Model, (2) Action Research Model, dan (3) Positive Model.

Pertama, dalam Lewin’s Change Model dijelaskan bahwa perubahan adalah suatu upaya memodifikasi. Dalam pemahaman ini bahwa setiap kendala yang menghambat pengembangan harus diubah agar dapat membuat sistem lebih stabil. Kendala yang menghambat perubahan biasanya keinginan mempertahankan status quo maupun ketidakmauan menerima perubahan. Adapun langkah-langkah menurut model ini terdiri dari unfreezing, moving dan refreezing;

(a) Unfreezing yaitu menjelaskan perbedaan antara perilaku yang diinginkan kedepan dengan perilaku yang terjadi sekarang. Pada tahap ini semua bentuk resistensi terhadap perubahan dikurangi dan kebutuhan akan perubahan dikembangkan. (b) Moving yaitu mengembangkan perilaku yang baru dan melakukan perubahan struktur dan proses dalam organisasi. Pada tahap ini terjadi perubahan dari perilaku lama ke perilaku baru. sedangkan (c) Refreezing yaitu mengusahakan terjadinya kondisi seimbang dan mengembangkan kebaruan dalam budaya, norma, kebijakan dan struktur. Pada tahap ini maka semua perubahan yang telah dibuat dan dikembangkan agar dipermanenkan.

Bila digambarkan sebagai berikut:

Lewin's Change Model

Kedua, dalam Action Research Model dijelaskan bahwa langkah-langkah awal perubahan akan menjadi landasan langkah berikutnya, seperti suatu siklus. Langkah-langkah tersebut meliputi: indentifikasi masalah, konsultasi dengan ahli perilaku, pengumpulan data dan diagnosis awal, umpan balik kepada klien atau grup, menetapkan pemikiran bersama yang disepakati, membuat rencana aksi bersama, aksi berupa aktualisasi perubahan, pengumpulan data lagi setelah adanya aksi tersebut.

Action research model merupakan kolaborasi antara pemimpin perusahaan dan fasilitator (konsultan) terhadap semua perubahan yang diperlukan. Dari nama yang diberikan menunjukkan bahwa action research merupakan kombinasi antara aksi dan penelitian.

Bila digambarkan sebagai berikut:

action research model of change

Ketiga, dalam  Positive Model dijelaskan bahwa model perubahan ini dapat diterapkan pada organisasi yang lebih rumit karena melibatkan proses koordinasi majemuk dan lintas batas, seperti lintas budaya, perubahan sosial, dan perubahan untuk inovasi berkelanjutan. Adapun langkah-langkahnya meliputi : pemilihan aspek positif organisasi yang akan diuji, pengumpulan data tentang solusi terbaik, pemilihan tema umum yang dapat menggambarkan masa depan, mengembangan visi yang lebih luas, mengembangkan rencana aksi, serta melakukan evaluasi.