Perilaku produktif (productive behavior) adalah perilaku pegawai yang berkontribusi positif terhadap tujuan dan sasaran organisasi.

Perilaku Produktif terdiri dari; (1) prestasi kerja (job performance), (2) perilaku kewarganegaraan organisasi (organizational citizenship behavior disingkat OCB), serta (3) inovasi dan kreatifitas (Jex dan Britt, 2008).

Job performance merupakan seluruh perilaku pegawai yang terjadi di tempat kerja yang berkontribusi positif terhadap tujuan organisasi (Campbell dalam Jex dan Brit, 2008).

Determinan Job Performance ini ada 3 yang terdiri dari declarative knowledge, procedural knowledge, dan motivation. (Menurut Campbell dalam Jex dan Britt, 2008).

Declarative knowledge merupakan pengetahuan secara umum tentang sesuatu sehingga pegawai memiliki pengetahuan yang bagus tentang tugas yang dikerjakan. Procedural knowledge merupakan pengetahuan tidak hanya tentang apa yang harus dikerjakan namun juga mampu untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan baik dan benar. Motivation merupakan semangat yang dimiliki pegawai untuk memilih sehingga melakukan upaya apa saja untuk mencapai prestasi kerja, tingkatan upaya apa saja, dan pilihan upaya mana yang dilakukan pegawai.

Sedangkan prediktor job performance terdiri dari: general mental ability, job experiences, dan personality (Jex dan Britt, 2008), conscientious (berorientasi mencapai tujuan), extraversion and agreeableness (tendensi untuk menghindari konflik dan mudah menyepakati sesuatu), self-esteem, locus of control, generalized self-efficacy, dan neuroticism (Himam, 2013).

OCB merupakan perilaku pegawai di tempat kerja yang bukan merupakan tugas pokok pegawai tersebut yang ada dalam job description, seperti menolong pegawai lain, ramah pada orang lain), yang mana tidak ada penilaian secara formal terhadap perilaku tersebut, namun demikian dianggap mampu meningkatkan efektifitas organisasi (Jex dan Britt, 2008).

Inovasi dan kreatifitas merupakan proses membuat sesuatu yang baru yang inovatif dan kreatif serta menularkan dan mendistribusikan kepada pegawa lain dan bermanfaat bagi organisasi (Jex dan Britt, 2008). Contohnya dalam pembuatan produk baru atau jasa baru, serta menemukan cara-cara baru dalam bekerja.

Perilaku tidak produktif merupakan perilaku pegawai yang merugikan perusahaan dan mengurangi tercapainya tujuan organisasi, ataupun berakibat adanya beberapa tujuan organisasi yang tidak tercapai. Contoh perilaku tidak produktif antara lain : absenteeism, turnover, accidents, theft, violence, substance abuse, dan sexual harassment (Himam, 2013).

Perbedaan antara prilaku produktif dan perilaku tidak produktif adalah dari sisi kontribusi terhadap tujuan organisasi. Perilaku produktif akan berkontribusi positif terhadap pencapaian tujuan organisasi, sedangkan perilaku tidak produktif tidak memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian tujuan organisasi, bahkan dapat memperlambat atau menghalangi tercapainya tujuan organisasi.