Para ahli ekonomi memahami firm sebagai fungsi produksi dan biaya. Chandler (1992) menganggapnya sebagai legal entity. Hodgson (2002) menganggapnya sebagai legal fiction. Bahkan sebagian ahli lainnya menganggap “firm” tidak serta merta dianggap sebagai organisasi.

Ditinjau dari sisi ekonomi, maka firm sebagai fungsi bisnis setidaknya terdiri dari fungsi pemasaran, produksi, dan keuangan yang menjadikan firm tersebut perlu merencanakan program dan membentuk anggaran untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, dengan cara mengorganisasikan berbagai sumberdaya yang dimiliki baik sumberdaya manusia, mesin dan peralatan, teknologi, maupun sumberdaya keuangan. Selanjutnya dilakukan pelaksanaan yang bertahap didasarkan pada kepemimpinan hirarkis, serta perlunya mengawasi dan mengendalikan agar semua aktifitas tersebut sesuai tujuan yang ditetapkan.

Ditinjau dari sisi entitas legal maka suatu firm tercatat mulai berdirinya dan setiap perubahannya baik dari sisi trktur pemilik maupun pengurus yang ditunjuk yang akan bertanggungjawab pada para pemilik. Kepemilikan dituangkan dalam bentuk satuan share yang dapat diatasnamakan dan dapat dipindahtangankan melalui suatu proses legal formal yang biasanya membutuhkan notaris sebagai wakil yang ditunjuk resmi oleh pemerintah untuk melakukan pencatatan akte pendirian dan perubahan suatu firm.