Banyak disiplin ilmu lain yang dijadikan landasan dalam penyusunan body of knowledge untuk studi organizational behavior (OB). Dari disiplin ilmu psikologi dengan topik-topik tentang motivation, personality, perception, job satisfaction, performance appraisal, attitude measurement, dan work stress. Dari disiplin ilmu sosiologi membahas topik-topik group dynamics, communication, dan intergroup behavior. Dari disiplin ilmu antropologi membahas topik-topik organizational culture, comparative values, comparative attitudes, dan cross-cultural analysis. Sedangkan dari disiplin ilmu politik membahas topik-topik conflict, intraorganizational politics, dan power. 

Dengan demikian menunjukkan bahwa walaupun banyak topik-topik dari berbagai disiplin ilmu lain berkaitan dengan OB namun OB saat ini merupakan disiplin ilmu terpisah dengan mengikuti panduan kelilmuan yang berlaku dalam dunia akademis.

Terdapat 3 pendekatan dalam mempelajari OB:

pertama, pendekatan analytic yaitu mempelajari orangnya (people) dalam kaitan dengan contribution, background, idea, influence.

Kedua pendekatan synthetic yaitu mempelajari trends, movements, environmental forces yang menyediakan conceptual framework untuk menyelesaikan permasalahan (problems).

Ketiga pendekatan interdisiplinary yang melibatkan disiplin ilmu lain, tidak hanya ilmu psikologi, namun juga antropologi, sosiologi, politik, dan lain-lain.

Oleh karena itu perlu dibedakan antara fad/ fashion (suatu topik yang sedang hangat) dengan yang bukan fad/fashion yang nantinya akan menjadi suatu konsep atau teori (Sobirin, 2013).