Jhonson (2006) membahas lima isu penting terkait dengan Supply Chain yaitu; (1) Globalisasi dan Alihdaya, (2) Teknologi Informasi, (3) Risk Management, (4) Nilai Ekonomis, dan (5) Life Cycle Management.

Globalisasi dan Alihdaya berhubungan dengan strukturisasi dan koordinasi SC. Perusahaan-perusahaan membutuhkan model canggih untuk dapat mengalokasikan produksi mengikuti sistem produksi global yang semakin kompleks dan terintegrasi.

Teknologi Informasi seperti e-procurement, radio frequency identification (RFID) dan aplikasi lain diperlukan untuk mendukung integrasi dan kolaborasi antar perusahaan.

Risk Management berupa munculnya resiko yang timbul dari semakin kompleksnya SC dan ancaman pengamanan perusahaan, juga resiko dari adanya Globalisasi dan Alihdaya.

Nilai ekonomis selalu ada dalam faktor-faktor yang ada dalam SC atau antar SC. Seperti proses produksi dan harga yang bersaing.

Life Cycle Management, termasuk layanan purna jual dan jasa perbaikan tidak hanya berakhir saat produk terjual saja. Banyak perusahaan memperhitungkan pula peluang laba dalam layanan purna jual. Pada perusahaan semacam ini, layanan purna jual menjadi bagian strategi penting untuk mengelola pendapatan.