Proses Bisnis Supply Chain terintegrasi dengan fungsi-fungsi bisnis lainnya. Efektifitas SC ditentukan oleh bagaimana mereka distrukturisasi dan dikelola dengan baik. Aliran material memainkan peran penting dalam disain dan pengelolaan SC. Setiap langkah dalam aliran tersebut mempengaruhi seluruh proses bisnis SC (Manzini, et al, 2005).

 

Manzini et al (2005) melakukan studi kasus atas lima perusahaan di Italia dalam berbagai jenis industri. Mereka menggunakan pendekatan dinamis dengan visual interactive simulation (VIS) dalam rangka meningkatkan optimalisasi SC.

 

Hasil penelitian Manzini et al (2005) menyimpulkan bahwa dalam lingkungan industri yang sangat kompleks, sangat kompetitif, dan pasar yang sangat luas, maka diperlukan optinalisasi SC,salah satunya dengan dengan teknik simulasi. VIS menawarkan realitas dalam konteks virtual untuk kecepatan dalam merespon fleksibilitas dan memungkinkan menghitung sampai pada aktifitas per unit.

  1. Research Gap

Riddals et al (2000) mengemukakan bahwa perilaku supply chain hanya dapat diperhatikan dengan menggunakan pendekatan dinamis. Riddals telah mempelajari metode matematis untuk pemodelan dan analisis SC, seperti persamaan diferensial waktu berlanjut, persamaan diferensial waktu diskrit, teknik riset operasi, dan simulasi kejadian-kejadian diskrit.

 

Hello (2000) mengemukakan bahwa penggunaan pendekatan dinamis dalam pemodelan SC adalah tergantung penggunaan simulasi sebagai sarana efektif untuk melihat reaksi terhadap perubahan di pasar yang sulit diprediksi. Teori simulasi dan praktek SC telah dicatat secara baik oleh Carrie (1988), Robinson (1994), Siha (1994), Hsieh dan Oh (1997), Marin et al (1998), dan Pidd (1998).

 

Menurut Gunasekaran (1999) dan Helo (2000), riset yang terkait pemodelan produksi dan logistik adalah penting, karena terganggunya aliran material dapat melemahkan seluruh performansi.

 

Sejak 1999, beberapa peneliti mengembangkan model simulasi SC dengan pendekatan Visual Interactive Simulation (VIS).   Pendekatan VIS ini adalah yang disarankan sebagai suatu jalan terbaik dalam mendukung disain dan pengelolaan dan keputusan untuk optimisasi terintegrasi dalam seluruh aktivitas bersamaan. Dalam waktu yang lampau, metode ini sangat tergantung kepada ahli teknik simulasi yang kadang memiliki keterbatasan dalam sukses simulasi. Namun kini dengan software-software modern maka pendekatan simulasi visual interactive atau VIS approach adalah sangat mungkin dilakukan (West, et al, 2000).

 

Perangkat lunak simulasi modern ini sangat mudah dipelajari dan dipergunakan, dimana model dengan mudah dapat dibuat dan diubah oleh orang yang tidak terlalu ahli. Ada 57 perangkat lunak simulasi yang pernah diperbandingkan pada bulan Mei 1996 yang dirangkum dalam majalan IE Solutions.

 

  1. Metodologi.

Manzini et al. (2005) melakukan simulasi lima kasus yang mewakili SC dan Industri yang berbeda-beda. Studi kasus ini melibatkan kerjasama dengan Universitas Bologna Itali dan Universitas Padova Itali. Pusat Kerja Simulasi dibangun untuk melakukan simulasi sampai kepada model numeris dan hirarki berbagai tahap yang disarankan kepustakaan.

 

Untuk mengetahui pengaruh simulasi dalam SCM, maka lima kasus industri tersebut dipilih. Hasil VIS dianalisis untuk memverifikasi efektifitas model yang diusulkan, dibandingkan dengan sebelumnya termasuk kelebihan yang diperoleh atas simulasi yang dilakukan.

 

Kasus yang disajikan disini adalah yang memiliki perbedaan dari sisi; sektor industri, kompleksitas produk, umur produk, sistem manufaktur, otomatisasi, problem-problem yang terjadi, dan kebutuhan solusi SC

 

  1. Hasil Simulasi

Penelitian Manzini et al (2005) ini menekankan pada hasil akhir, bukan pada hasil tiap tahapan SCM, namun tetap dapat menunjukkan secara umum dalam optimisasi SCM, yang menitikberatkan pada solusi keuntungan akhir yang diperoleh dari simulasi.

 

Untuk analisis objektif dan agar dapat diperbandingkan, maka ditetapkan 2 grup indikator; Grup Indikator Umum Kompleksitas Model dan Grup Indikator Umum Efektifitas Model. Untuk Kompleksitas ditetapkan 2 indikator yaitu Number of Entities (NE Index) dan Programming Time (PT). Sedangkan Efektifitas berisi 3 indikator yaitu Saving Index (SI), Simulation Cost Index (SCI),  dan Readines Index (RI).

 

  1. NE Index adalah jumlah entitas yang digunakan dalam model simulasi yang menjelaskan situasi sebenarnya yang dapat terjadi.
  2. PT adalah waktu yang dibutuhkan dalam masa pemrograman atau man-hours yang dibutuhkan programmer untuk membangun model simulasi tersebut.
  3. SI adalah rasio antara perkiraan perbandingan antara penghematan dan biaya, menunjukkan nilai ekonomis kelayakan model simulasi
  4. SCI adalah rasio antara biaya simulasi dengan biaya modifikasi alat-alat yang dibutuhkan untuk optimisasi.
  5. RI adalah rasio antara lead-time dalam simulasi dengan kondisi aslinya di lapangan, menunjukkan kapabilitas model dinamis dalam memberikan solusi seberapa cepat mengatasi suatu masalah.

 

Dari penelitian Manzini (2005) ini diperoleh beberapa hasil sbb:

  1. Ada korelasi linear antara NE dan PT (r = 0,92). Simulasi membutuhkan waktu untuk implementasi dan validasi model dinamis ini. Waktu pemrograman (PT) mencapai 273 jam per model setara dengan 34 hari kerja untuk level seorang ahli (asumsi sehari 8 jam kerja). Tambahan 1.000 entitas ke dalam model (NE), membutuhkan tambahan waktu 13.5 jam pemrograman disain model dinamis.
  2. Dengan menggunakan perangkat simulasi memberikan keuntungan yang baik dari sisi penghematan biaya (SI). Untuk setiap euro mata uang yang dikeluarkan dalam membangun dan melaksanakan model simulasi, menghemat 3,3 euro dalam SC, Persediaan,dan Sistem.
  3. Biaya simulasi dibandingkan biaya modifikasi peralatan dan mesin, rata-rata sebesar 28 persen (SCI). Artinya  simulasi lebih layak digunakan sebelum modifikasi.
  4. Dengan adanya simulasi mempercepat 15 persen dari total waktu project (RI).
  5. Modifikasi peralatan dan mesin pada pada industri biaya rendah akan meningkatkan keunggulan yang tinggi. Dibanding modifikasi pada industri biaya tinggi yang menekankan pada industri pemrosesan karena melibatkan biaya tinggi.

 

  1. Kesimpulan Penelitian

Pentingnya simulasi dalam mendukung keputusan terkait dengan disain dan pengelolaan SC.  Lingkungan industri yang sangat kompleks, kompetitif, dan dalam konteks pasar yang luas memerlukan optimisasi SC dengan simulasi.

 

Beberapa point penting keunggulan yang diperoleh sebagai berikut:

  1. Optimisasi menyeluruh SC.
  2. Model dinamis lebih efektif.
  3. Kecepatan dalam merespon.
  4. Fleksibilitas.
  5. VIS menawarkan realitas atas virtual.
  6. Memungkinkan menghitung sampai pada aktifitas per unit.