Manusia dalam memahami dunia sekelilingnya mengenal dua sarana:
1. Pengetahuan ilmiah (Scientific Knowledge): merupakan pengetahuan yang sistematis dengan berbagai hipotesis yang telah dibuktikan kebenarannya secara sah.
2. Penjelasan gaib (mystical explanation) atau metafisik (non-scientific knowledge) yang tak mungkin diuji sahnya untuk menjelaskan rangkaian suatu peristiwa.

Di antara rentangan pengetahuan ilmiah dan metafisis terdapat persoalan-persoalan ilmiah (scientific problem) yang merupakan kumpulan hipotesis yang dapat diuji tetapi belum secara sah dibuktikan kebenarannya.

Seperti dapat kita gambarkanĀ  dalam 3 bidang lingkaran, maka lingkaran I diliputi lingkaran II yang diliputi lingkaran III. Bidang I, Pengetahuan Ilmiah yaitu kumpulan hipotesis yang telah terbukti sah (validated hypotheses). Bidang II, Persoalan Ilmiah yaitu kumpulan hipotesis yang dapat diuji (testable hypotheses), tetapi belum dibuktikan sah.Bidang III, Pengetahuan Gaib atau Metafisis yaitu kumpulan hipotesis yang tak dapat diuji sahnya (non testable hypotheses).

Para ilmuwan mencurahkan tenaga dan waktunya dalam bidang II yaitu terus menerus berusaha membuktikan sahnya berbagai hipotesis sehingga bidang I akan bertambah besar. Usaha memperbesar bidang I sehingga kumpulan pengetahuan ilmiah menjadi semakin luas sering disebut dengan penelitian (research). Jadi ada hubungan erat antara ilmu pengetahuan dengan penelitian. Demikian pula terdapat kaitan erat antara pemikiran untuk memecahkan persoalan ilmiah dengan metode yang dipakai dalam penelitian.