Richard M Steers (1984) menyatakan bahwa terdapat 6 faktor iklim organisasi yang sebaiknya diperhatikan manajemen:

  1. Organizational Support (Dukungan Organisasi)
  2. Member Quality (Kualitas Anggota Organisasi)
  3. Openness (keterbukaan)
  4. Supervisory Style (Gaya Pengawasan)
  5. Member Conflict (Konflik Anggota Organisasi)
  6. Member Autonomy (Otonomi Anggota Organisasi)

Organizational Support

Yang dimaksud dukungan organisasi adalah seberapa besar organisasi memberi dukungan nyata bagi karyawannya dalam memahami dan membantu karyawan mencapai tujuan yang diinginkannya seperti pengembangan karir dan peningkatan kesejahteraan. Juga seberapa jelas organisasi meberi gambaran indepedensi sikap karyawan masing-masing dalam melaksanakan tugas sehingga dapat mengkonsentrasikan diri dalam pekerjaannya tanpa dipengaruhi pemikiran dan bayangan kekhawatiran kehidupannya dan kesejahteraan keluarganya di masa datang. Perhatian yang diberikan organisasi dalam kehidupan karyawannya sangat membantu ketenangan dan kenyamanan kerja.

Member Quality

Keterampilan dan pengetahuan karyawan dalam kaitannya dengan tugas-tugas yang akan dilaksanakan sangat diperlukan baik karyawan klerk, supervisor, maupun manajer. Termasuk relevansi tugas dengan kualitas personalnya Sedangkan kepedulian karyawan terhadap organisasi merupakan iklim yang akan sangat mebantu manajemen level atas dalam menjalankan organisasi.

Openness

Organisasi terdiri dari berbagi lapis manajemen dengan brbagai strata karyawannya. Oleh karena itu bagaimana cara penyampaian dan ketepatan apa yang akan dikomunikasikan kepada karyawan akan dipengaruhi oleh seberapa banyak hal-hal penting disampaikan. Hal ini disebut top-down openess.

Seberapa besar keterbukaan anggota organisasi dalam menerangkan tujuan-tujuan pribadi, pendapat-pendapat, dan seberapa jauh minat karyawan untuk saling mendiskusikan/mengkomunikasikan tujuan-tujuan dan maksud-maksudnya kepada pihak lain yang terkait baik setingkat ataupun kepada atasannya. Disebut dengan bottom up openess.

Supervisory Style

Pengawasan dan pengarahan yang dilaksanakan tidak begitu berarti tanpa diimbangi bobot dan mutu pengawasan yang baik. Seberapa banyak dan besarnya arahan, bimbingan, dan pemahaman yang diberikan atasan kepada bawahannya, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara optimal, diperlukan dalam melaksanakan (actuating) proses manajerial.

Member Conflict

Setiap karyawan memiliki tugas dan descripsi yang berbeda dan akan saling bergantung atau mempengaruhi bagian lainnya. Oleh karena itu potensi terjadinya perbedaan kepentingan akan selalu muncul ke permukaan dan terbawa dalam suasana kerja. Seberapa banyak dan seberapa kuat konflik yang terjadi antar anggota organisasi , dan adakah kelompok-kelompok saling berbeda kepentingan dalam organisasi itu saling berkompetisi dalam melemahkan bagian lain. Besarnya keluhan yang diungkapkan baik lisan maupun tertulis yang berhubungan dengan suasana kerja merupakan indikator yang baik dalam mencari tahu besar konflik yang terjadi.

Member Autonomy

Anggota organisasi dalam menyampaikan pendapat dan inisiatifnya hendaknya ditanggapi oleh manajemen. Seberapa besar keterbukaan organisasi dalam menerima usul-usul/inisiatif anggotanya merupakan salah satu faktor untuk menilai iklim organisasi.

Sumber: Steers, Ricard M; Introduction to Organizational Behaviour; 2nd Ed, Glenview Illinois; Scott, Foresman and Co; 1984.