Dalam mengendalikan manajemen terdapat 3 pendekatan.

  1. traditional method
  2. system method
  3. behavioral method

Metode Tradisional adalah dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen baik perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Metode sistem adalah dengan menggunakan sekelompok orang yang akan diberikan kewenangan memimpin suatu bagian dan kewenangan dalam pengambilan keputusan, diberikan sumberdaya yang disepakati bersama, dan akan dilakukan penilaian prestasi atas perandingan antara aktual yang dicapai dengan target yang disepakati. Adapun metode perilaku lebih menekankan pada aspek motivasi dan pengendalian manusianya.

Dalam pengendalian manajemen ini juga dikenal suatu Contigency Theory, yaitu bahwa jumlah dan sifat sesuatu tergantung pada situasi dan lingkungannya, sehingga hubungan organisasi dengan lingkungannya ada diferensisasi dan integrasi yang bermacam-macam. Semakin komplek ketidakpastian lingkungan makin tinggi tingkat diferensiasi dan integrasinya. Oleh karena itu, organisasi didisain agar cocok dengan lingkungannya, dan pengendalian manajemen didisain agar cocok dengan jenis organisasinya. Contigency tergantung dari keleluasaan manajemen dalam mengelola organisasi, keterkaitan antar unit-unit dalam organisasi, dan rentang waktu manajemen.

Setiap orang dalam organisasi dapat memiliki tujuan berbeda-beda. Karena itu perlu diselaraskan dengan tujuan organisasi. Sistem pengendalian manajemen berbeda dengan pengendalian mesin karena adanya penyamaan persepsi untuk mencapai tujuan dan diperlukannya motivasi. Keselarasan Tujuan (Goal congruence) akan dapat terjadi dan terpelihara bila setiap individu maupun kelompok dalam organisasi bekerjasama dengan kesepahaman yang sama untuk mencapai tujuan organisasi.