Global Management

building strong relationship and delivering best result

Memahami Kembali tentang Keunggulan Bersaing

Oleh : Syeh Assery

 

O’Shannassy (2008) mengajukan penyegaran kembali tentang pemahaman keunggulan bersaing, degan membandingkan antara Keunggulan Bersaing Berkelanjutan dengan Keunggulan Bersaing Sementara. Keunggulan Bersaing tidak sama dengan Kinerja Organisasi. Keunggulan Bersaing memberikan jalan terbentuknya Kinerja Organisasi yang kuat.

 

Barney (1991) menyatakan bahwa sebuah perusahaan mencapai keunggulan bersaing bila perusahaan menerapkan value creating strategy yang pada saat yang sama tidak dilakukan oleh perusahaan lain. Sementara itu Kim & Mauborgne (2005) menyatakan bahwa keunggulan kompetitif dapat dilemahkan (eroded) oleh pesaing dengan innovation efforts.Keunggulan Kompetitif juga dapat diperoleh dengan menetralisir ancaman yang ada dalam industri (dalam Newbert 2008).

 

Bahwa dibandingkan dengan faktor-faktor lingkungan eksternal, keunggulan bersaing merupakan sumber yang utama untuk menghasilkan perbedaan dalam laba antara perusahaan dalam sebuah industri (Porter, 1980; Grant, 1991).

 

Grant (1991) berpandangan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan suatu tingkat laba tertentu bergantung pada dua faktor yaitu pertama adalah daya tarik industri dimana perusahaan itu beroperasi serta yang kedua adalah pada keberhasilannya mengembangkan keunggulan kompetitif atas lawannya (Grant, 1991).

 

Literatur dalam strategi bersaing cenderung untuk menekankan issue mengenai posisioning stratejik dalam bentuk pilihan antara keunggulan biaya dan diferensiasi (Porter, 1980; 1985).

 

April 18, 2009 Posted by globalmanagement | Management | | No Comments Yet

Organizational Culture

Oleh : Syeh Assery

Osland et al., (2001) mendefinisikan organizational culture adalah ”a pattern of shared values and beliefs that produces certain norms of behavior”. Selanjutnya Osland et al. (2001) menyatakan ada 7 dimensi organizational culture.

Pertama Conformity yaitu derajat dari banyaknya aturan, prosedur, kebijakan, dan praktek yang mengharuskan anggota organisasi mengikutinya bukan mendasarkan pada apa yang menurut anggota organisasi cocok.

Kedua Responsibility, yaitu derajat dari bagaimana anggita organisasi dapat membuat keputusan dan penyelesaian tanpa harus dicek lebih dulu oleh atasannya dalam setiap tindakan.

Ketiga, Standards yaitu derajat bahwa organisasi telah menetapkan tujuan dan berhasil mengkomunikasikannya dan mendapat komitmen dari anggota organisasi.

Keempat Rewards yatitu derajat anggota organisasi merasa telah mendapat pengakuan dan balasan atas hasil pekerjaan bukan diacuhkan, dikritik, dan dihukum bila membuat kesalahan.

Kelima Organizational Clarity, yaitu derajat bahwa tujuan dan target telah ditetapkan dengan jelas bukannya membuat anggota organisasi bingung dan tertekan.

Keenam Warmth and Support, yaitu derajat bahwa tingkat persahabatan adalah nilai yang berlaku di organisasi dan saling membantu dan mempercayai antar anggota organisasi.

Ketujuh Leadership yaitu derajat kemauan dari anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan pengarahan dari pimpinan dan organisasi memberikan kesempatan siapapun dapat menjadi pimpinan sepanjang berpengalaman dan layak serta dapat mengikuti aturan kepemimpinan, disamping itu mendapat balasan bila kepemimpinannya berhasil.

Jean-Francois Henri (2006) meneliti hubungan antara Budaya Organisasi dengan Performance Measurement System untuk para top management team. Dimensi Budaya Organisasi yang diajukan oleh Henri (2006) terdiri dari : Institutional Characteristic, Institutional Leader, Instritusional Cohesion, dan Institutional Emphases.

Sedangkan Chatman and Jehn (1994) menyatakan ada tujuh karakteristik utama yang menjadi inti dari budaya organisasi. Yaitu: inovasi dan resiko, perhatian pada detail, orientasi pada hasil, orientasi pada orang, orientasi pada tim, dan keagresifan dan stabilitas.

April 18, 2009 Posted by globalmanagement | Organizational Behaviour | | No Comments Yet

Kekuasaan dan Politik Dalam Organisasi

Oleh : Syeh Assery

 

Studi tentang Kekuasaan dan Politik dalam organisasi hanya sedikit. Beberapa studi justru menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda. Kekuasaan dan Politik adalah sesuatu yang ada dan dialami dalam kehidupan setiap organisasi tetapi agak sulit untuk mengukurnya akan tetapi penting untuk dipelajari dalam perilaku keorganisasian, karena keberadaannya dapat mempengaruhi perilaku orang-orang yang ada dalam organisasi.

 

Pada saat setiap individu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan. Kekuasaan adalah kualitas yang melekat dalam satu interaksi antara dua atau lebih individu.

  Read more »

March 9, 2009 Posted by globalmanagement | Organizational Behaviour | | No Comments Yet

Supply Chain: Strategi, Kapabilitas, dan Performansi

 

Oleh : Syeh Assery

 

Telaah kepustakaan manajemen dan praktek manajerial banyak mengangkat tema-tema SC tentang strategi, kapabilitas, dan performansi. Morash (2001) menghubungkan antara Strategi Bisnis, Strategi SC, Kapabilitas SC, dan Performansi SC. Kapabilitas SC adalah bangunan dasar untuk strategi SC dan sumber bagi keunggulan kompetitif perusahaan untuk mencapai sukses (Strategi Bisnis) yaitu melalui Kepemimpinan Biaya maupun Diferensiasi. Dua strategi dasar SC adalah keunggulan operasional dan kedekatan dengan konsumen. (Morash, 1997)

 

 

Morash (2001) menggunakan pendekatan survey untuk meneliti hubungan antara strategi, kapabilitas, dan performansi SC, dengan melibatkan 1.400an responden eksekutif SCM di AS dan Kanada dengan teknik menjawab kuesioner, serta meneliti 111 perusahaan dengan teknik wawanacara dan analisis yang dilakukan oleh para professor SCM terhadap eksekutif 111 perusahaan tersebut untuk menilai keunggulan perusahaan. Ada 26 indikator kapabilitas yang diteliti. Hasil penelitian menyimpulkan adanya keselarasan antara strategi yang dipilih, kapabilitas yang dikembangkan, dan performansi yang dicapai. Temuan menunjukkan para praktisi eksekutif SCM lebih fokus pada kapabilitas sisi permintaan, yang mana memiliki hubungan lebih kuat dalam mempengaruhi performansi SC (Morash, 2001).

 

Read more »

March 6, 2009 Posted by globalmanagement | Management | | No Comments Yet

Supply Chain: Optimisasi Performansi dengan Simulasi

Oleh : Syeh Assery

 Proses Bisnis Supply Chain adalah terintegrasi dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Banyak komponen yang terlibat dalam SC, dan ditentukan oleh bagaimana mereka distrukturisasi dan dikelola dengan baik. Aliran material memainkan peran penting dalam disain dan pengelolaan SC. Setiap langkah dalam aliran tersebut mempengaruhi seluruh proses bisnis SC (Manzini, et al, 2005).

Riset-riset  SCM oleh Ganeshan (1999) diklasifikasikan kedalam tiga perspektif: level strategi bersaing (corporate level), level taktik perusahaan (business level),  level efisiensi operasional (functional level). Ketiga perspektif (perspectives) ini berkaitan dengan pendekatan konseptual.

 

Manzini et al (2005) menggunakan pendekatan dinamis dengan visual interactive simulation (VIS) dalam rangka meningkatkan optimisasi SC. Kasus yang diteliti di lima perusahaan di Italia dalam berbagai jenis industri yang berbeda-beda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam lingkungan industri yang sangat kompleks, kompetitif, dan dalam konteks pasar yang luas, memerlukan optimisasi SC dengan teknik simulasi. Dengan pendekatan dinamis lebih efektif dalam optimasi bahkan jumlah entitas yang dilibatkan dalam model dapat mencapai 30.000 entitas. VIS menawarkan realitas dalam konteks virtual untuk kecepatan dalam merespon fleksibilitas dan memungkinkan menghitung sampai pada aktifitas per unit.

 

 

 

Read more »

March 6, 2009 Posted by globalmanagement | Management | | No Comments Yet

Bisnis Menara Perlu Ditata

Oleh : Syeh Assery

Di awal tahun 2009 perusahaan telekomunikasi, PT Exelcomindo Pratama Tbk (XL) membatalkan rencana penjualan 7.000an menara telekomunikasi miliknya karena harga penawaran yang masuk dianggap tidak mencapai target. Sebelumya, di akhir tahun 2008 lalu PT Bakrie Telecom Tbk yang berencana menjual 500an menaranya juga belum memiliki kejelasan dan dianggap tidak transparan dalam rencana pemanfaatan dana tunai yang akan diraup dari penjualan menara ini. Sementara itu PT Mobile-8 Telecom, Tbk yang telah menjual 200an menaranya pada tahun 2005 lalu ternyata juga sudah siap menjual sisa 200an menara telekomunikasi yang masih dimilikinya.

Dana hasil penjualan menara dapat digunakan untuk mendukung anggaran belanja modal perusahaan seperti program ekspansi jaringan maupun dalam membuka pasar baru. Namun dapat pula digunakan untuk melunasi beberapa hutang perusahaan yang telah jatuh tempo.

Read more »

February 21, 2009 Posted by globalmanagement | Telecommunication | | No Comments Yet

Tentang Pengeluaran Pemerintah

Oleh : Syeh Assery

Apakah yang dimaksud pengeluaran pemerintah? Bagaimanakah pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap output nasional di beberapa negara? Bagaimanakah teori mengenai pengeluaran pemerintah dari beberapa ekonom ataupun pemikir sosial lainnya?

Tulisan ini membahas kajian dari Arthur Gold Smith (2008) tentang pemahaman pengeluaran pemerintah, penelitian Erdal Karago and Kerim Ozdemir (2006) tentang pengeluaran pemerintah di Turki, dan penelitian Sajkumar Tulsidharan (2006) tentang pengeluaran pemerintah di India. Beikutnya juga dibahas sekilas penjelasan berbagai penelitian tentang pengeluaran pemerintah yang dikutip Tulsidharan seperti penelitian Landau (1986), Barro (1989,1990) Kormendi dan Meguire (1985), Ram (1986), Ashauer (1989), Cashin (1995), Rubinson (1977) Levine dan Renelt (1992).

Pembahasan lainnya adalah teori Musgrave dan Rostow, Wagner, Peacock dan Wiseman terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi juga tentang kaitan antara pengeluaran pemerintah dan crowding out. Bab II Pembahasan diakhiri dengan dua subbab yaitu tentang peranan pengeluaran pemerintah dalam ekonomi Islam dan pengeluaran pemerintah menurut ekonomi Pancasila.

Read more »

February 21, 2009 Posted by globalmanagement | Economics | | No Comments Yet

Peranan dan Metode Penelitian Ilmuwan Muslim

Oleh : Syeh Assery

Dari beberapa pembahasan literature filsafat ilmu pengetahuan tampak adanya lompatan priode dari priode Yunani ke priode skolastik Eropa lalu ke priode Renaissance dan seterusnya, tanpa membahas atau mengakui adanya beberapa tokoh pemikir muslim yang memiliki peran dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Sebagai perimbangan pengetahuan mengenai “missing link” dalam sejarah filsafat ilmu pengetahuan adalah perlu juga memahami kontribusi pemikir pemikir muslim atau kita sebut muslim scientist. Adapun yang dimaksud adalah muslim scientist yang berjasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan science modern.

Dari ratusan muslim scientis sejak abad 600M hingga 1200M maka dibawah ini akan diceritakan 3 diantaranya. Diambilnya tiga tokoh dibawah ini karena kontribusi mereka dalam mendahulukan metode penelitian dengan menggunakan matematika, observasi, bahkan pengujian empiris dalam memperoleh kebenaran atau ilmu pengetahuan. Juga mewakili pemikir muslim pada tahun 800an, 900an, dan 1000an Masehi.

Read more »

February 21, 2009 Posted by globalmanagement | Philosophy | | No Comments Yet

Pasang Surut Positivisme

Oleh: Syeh Assery

Dalam pembahasan Filsafat Ilmu Pengetahuan dalam kaitan dengan metodologi penelitian, kita mengenal dua aliran, yaitu positivist dan non positivist. Positivisme adalah paham yang dianut secara mainstream (mayoritas) sedangkan non-positivisme dianut oleh sedikit peneliti atau ilmuwan, walaupun akhir-akhir ini semakin banyak pendukung aliran non-positivisme ini.

Perkembangan epistemologi kaum positivis dapat dikelompokkan sebagai berikut :
• Naïve Induktif
• Logical Positivism (Vienna Circle)
• Logical Empiricism (Carnap)
• Falsificationism (Karl Popper)
• Scientific Revolution (Thomas Kuhn)
• Research Programme (Imre Lakatos)
• Epistemological Anarchy (Paul Feyeraband)

Berikut ini akan diberikan penjelasan pasang surut positivisme dari sangat positiv (naive induktif) sampai kepada anarkisme yang didengungkan Feyerabend.

Read more »

February 21, 2009 Posted by globalmanagement | Philosophy | | No Comments Yet

Sedikit tentang Filsafat Ilmu

Oleh : Syeh Assery

Manusia dalam memahami dunia sekelilingnya mengenal dua sarana:
1. Pengetahuan ilmiah (Scientific Knowledge): merupakan pengetahuan yang sistematis dengan berbagai hipotesis yang telah dibuktikan kebenarannya secara sah.
2. Penjelasan gaib (mystical explanation) atau metafisik (non-scientific knowledge) yang tak mungkin diuji sahnya untuk menjelaskan rangkaian suatu peristiwa.

Di antara rentangan pengetahuan ilmiah dan metafisis terdapat persoalan-persoalan ilmiah (scientific problem) yang merupakan kumpulan hipotesis yang dapat diuji tetapi belum secara sah dibuktikan kebenarannya.

Read more »

February 21, 2009 Posted by globalmanagement | Philosophy | | No Comments Yet