Global Management

building strong relationship and delivering best result

Contoh Kritik Artikel Jurnal

oleh :  S. Assery

Tulisan kritik jurnal ini dilakukan dengan argumentasi dari berbagai jurnal lain maupun argumentasi yang ada dalam buku teks. Jurnal dan buku text di dalam daftar referensi dijadikan sandaran pembahasan dalam penulisan kritik ini. Disamping itu juga akan dijadikan dasar perbendaharaan jurnal ilmiah dalam rangka penulisan proposal penelitian untuk disertasi yang sedang disusun penulis.

 1. Perumusan Masalah Penelitian

Peneliti mengutip beberapa pendapat (reserach gap) yang mengkaitkan penelitian bertema Management Control System (MSC). Seperti pendapat Simons (1995) yang memberikan penjelasan bahwa esensi Management Control System adalah untuk mengelola tensi antara inovasi kreatif dan pencapaian tujuan di satu sisi, dengan menyeimbangkan antara control dan flexibility di sisi lain. Dan telah terjadi perubahan peran sistem pengendalian manajemen (the role of MCS) yang semula sebagai formal control dan feedback system (Anthony 1965; Hoftstede, 1978), kini bergerser menjadi pendukung utama dalam perubahan organisasi, pembelajaran organisasi, dan inovasi (Atkinson et al., 1997; Kloot, 1997, dan Simons, 1990).

Read more »

July 22, 2009 Posted by globalmanagement | Organizational Behaviour | | No Comments Yet

Disain Organisasi Modular

Oleh :  S. Assery

Kemajuan teknologi dan globalisasi telah mendorong perubahan peta persaingan antar organisasi. Untuk dapat survive organisasi harus membangun kompetensi inti dan mengembangkan human capital yang dapat menyediakan fleksibiltas dalam berstrategi (Barney, 2007).

 Salah satu cara memenuhi fleksibilitas ini adalah dengan mendelegasikan pekerjaan baik internal organisasi (kedalam) maupun eksternal organisasi (keluar). Dengan kata lain, organisasi perlu membagi-bagi beberapa aspek aktifitas ke dalam modul-modul pekerjaan tertentu yang dapat dikerjakan oleh pihak lain di luar organisasi.

Disain Organisasi Modular diperlukan apabila organisasi mulai mengalihkan beberapa aktifitas pentingnya dalam suatu bentuk struktur yang tetap, terintegrasi, dan ketat. Sebagai contoh organisasi mengalihkan pekerjaan manufaktur kepada pihak diluar organisasi dan bukan dikerjakan di dalam organisasi.

Disamping itu adanya heterogenitas input dan permintaan juga menyebabkan diperlukannya Disain Organisasi Modular.

Ada tiga indikator Disain Organisasi Modular yaitu; contract manufacturing, alternative work arrangements, dan alliance formation (Schilling and Steensma, 2001).

May 29, 2009 Posted by globalmanagement | Organizational Behaviour | | No Comments Yet

Mengukur Efektifitas Organisasi

Oleh : S. Assery

Jones (2004) mengajukan tiga pendekatan dalam mengukur efektifitas organisasi; yaitu external resource approach, internal system approach, dan technical approach.

Pendekatan external resource dilakukan dengan mengevaluasi kemampuan organisasi dari sisi ability to secure, manage scarce skill and resources, dan control scarce skill and resources. Dalam pendekatan external resource ini digunakan 5 dimensi pengukuran yang terdiri dari: pertama lower cost of inputs, kedua obtain high quality inputs of raw materials and employees, ketiga increase market share, keempat increase stock price, kelima gain support of stakeholders seperti dari government dan environmentalist.

Pendekatan  internal system dilakukan dengan mengevaluasi kemampuan organisasi dalam inovasi dan responsifnya Dalam pendekatan internal system ini ada 5 dimensi pengukuran yang terdiri dari; pertama cut decision making time, kedua increase rate of product innovation, ketiga increase coordination and motivation of employee, keempat reduce conflict, dan kelima reduce time to market.

Sedangkan pendekatan technical dilakukan dengan mengevaluasi kemampuan organisasi dalam mengkonversi skill dan resources yang dimiliki dalam efisiensi barang dan jasa yang dihasilkan. Dalam pendekatan technical ini ada 5 dimensi yang terdiri dari: pertama increase product quality, kedua reduce number of defects, ketiga reduce production cost, keempat improve customer service, kelima reduce delivery time to customer.

 

May 29, 2009 Posted by globalmanagement | Organizational Behaviour | | No Comments Yet

Organizational Culture

Oleh : Syeh Assery

Osland et al., (2001) mendefinisikan organizational culture adalah ”a pattern of shared values and beliefs that produces certain norms of behavior”. Selanjutnya Osland et al. (2001) menyatakan ada 7 dimensi organizational culture.

Pertama Conformity yaitu derajat dari banyaknya aturan, prosedur, kebijakan, dan praktek yang mengharuskan anggota organisasi mengikutinya bukan mendasarkan pada apa yang menurut anggota organisasi cocok.

Kedua Responsibility, yaitu derajat dari bagaimana anggita organisasi dapat membuat keputusan dan penyelesaian tanpa harus dicek lebih dulu oleh atasannya dalam setiap tindakan.

Ketiga, Standards yaitu derajat bahwa organisasi telah menetapkan tujuan dan berhasil mengkomunikasikannya dan mendapat komitmen dari anggota organisasi.

Keempat Rewards yatitu derajat anggota organisasi merasa telah mendapat pengakuan dan balasan atas hasil pekerjaan bukan diacuhkan, dikritik, dan dihukum bila membuat kesalahan.

Kelima Organizational Clarity, yaitu derajat bahwa tujuan dan target telah ditetapkan dengan jelas bukannya membuat anggota organisasi bingung dan tertekan.

Keenam Warmth and Support, yaitu derajat bahwa tingkat persahabatan adalah nilai yang berlaku di organisasi dan saling membantu dan mempercayai antar anggota organisasi.

Ketujuh Leadership yaitu derajat kemauan dari anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan pengarahan dari pimpinan dan organisasi memberikan kesempatan siapapun dapat menjadi pimpinan sepanjang berpengalaman dan layak serta dapat mengikuti aturan kepemimpinan, disamping itu mendapat balasan bila kepemimpinannya berhasil.

Jean-Francois Henri (2006) meneliti hubungan antara Budaya Organisasi dengan Performance Measurement System untuk para top management team. Dimensi Budaya Organisasi yang diajukan oleh Henri (2006) terdiri dari : Institutional Characteristic, Institutional Leader, Instritusional Cohesion, dan Institutional Emphases.

Sedangkan Chatman and Jehn (1994) menyatakan ada tujuh karakteristik utama yang menjadi inti dari budaya organisasi. Yaitu: inovasi dan resiko, perhatian pada detail, orientasi pada hasil, orientasi pada orang, orientasi pada tim, dan keagresifan dan stabilitas.

April 18, 2009 Posted by globalmanagement | Organizational Behaviour | | No Comments Yet

Kekuasaan dan Politik Dalam Organisasi

Oleh : Syeh Assery

 

Studi tentang Kekuasaan dan Politik dalam organisasi hanya sedikit. Beberapa studi justru menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda. Kekuasaan dan Politik adalah sesuatu yang ada dan dialami dalam kehidupan setiap organisasi tetapi agak sulit untuk mengukurnya akan tetapi penting untuk dipelajari dalam perilaku keorganisasian, karena keberadaannya dapat mempengaruhi perilaku orang-orang yang ada dalam organisasi.

 

Pada saat setiap individu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan. Kekuasaan adalah kualitas yang melekat dalam satu interaksi antara dua atau lebih individu.

  Read more »

March 9, 2009 Posted by globalmanagement | Organizational Behaviour | | No Comments Yet

Pengendalian Manajemen

Dalam mengendalikan manajemen terdapat 3 pendekatan.

  1. traditional method
  2. system method
  3. behavioral method

Metode Tradisional adalah dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen baik perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Metode sistem adalah dengan menggunakan sekelompok orang yang akan diberikan kewenangan memimpin suatu bagian dan kewenangan dalam pengambilan keputusan, diberikan sumberdaya yang disepakati bersama, dan akan dilakukan penilaian prestasi atas perandingan antara aktual yang dicapai dengan target yang disepakati. Adapun metode perilaku lebih menekankan pada aspek motivasi dan pengendalian manusianya.

Read more »

August 9, 2008 Posted by globalmanagement | Organizational Behaviour | | No Comments Yet

Organizational Internal Politics

 

Karl Albrecht (1983) memberikan pemahaman bahwa suatu organisasi akan dipengaruhi factor-faktor politis internal yang berkaitan dengan budaya organisasi dan gaya manajemen. Faktor-faktor politis yang dimaksud Albrecht merupakan iklim politik organisasi yang pada prinsipnya juga mempengaruhi iklim organisasi secara keseluruhan.

Elemen Politik internal Organisasi yaitu faktor-faktor internal dalam organisasi, kultur, dan gaya manajemen, yang mempengaruhi para pengambil keputusan dalam melaksanakan fungsi manajemennya.

Albrecht (1983) mengungkapkan ada lima elemen iklim politis organisasi yang hendaknya dapat dipahami manajer senior dalam mengendalikan organisasi.

  1. Inner Circle Relationship
  2. Axis of Influence
  3. Informal Power Centers
  4. Polarizing Elements
  5. Informal Coalitions

Read more »

August 9, 2008 Posted by globalmanagement | Organizational Behaviour | | No Comments Yet

Organizational Climate

Richard M Steers (1984) menyatakan bahwa terdapat 6 faktor iklim organisasi yang sebaiknya diperhatikan manajemen:

  1. Organizational Support (Dukungan Organisasi)
  2. Member Quality (Kualitas Anggota Organisasi)
  3. Openness (keterbukaan)
  4. Supervisory Style (Gaya Pengawasan)
  5. Member Conflict (Konflik Anggota Organisasi)
  6. Member Autonomy (Otonomi Anggota Organisasi)

Read more »

August 9, 2008 Posted by globalmanagement | Organizational Behaviour | | No Comments Yet