Bisnis Menara Perlu Ditata
Oleh : Syeh Assery
Di awal tahun 2009 perusahaan telekomunikasi, PT Exelcomindo Pratama Tbk (XL) membatalkan rencana penjualan 7.000an menara telekomunikasi miliknya karena harga penawaran yang masuk dianggap tidak mencapai target. Sebelumya, di akhir tahun 2008 lalu PT Bakrie Telecom Tbk yang berencana menjual 500an menaranya juga belum memiliki kejelasan dan dianggap tidak transparan dalam rencana pemanfaatan dana tunai yang akan diraup dari penjualan menara ini. Sementara itu PT Mobile-8 Telecom, Tbk yang telah menjual 200an menaranya pada tahun 2005 lalu ternyata juga sudah siap menjual sisa 200an menara telekomunikasi yang masih dimilikinya.
Dana hasil penjualan menara dapat digunakan untuk mendukung anggaran belanja modal perusahaan seperti program ekspansi jaringan maupun dalam membuka pasar baru. Namun dapat pula digunakan untuk melunasi beberapa hutang perusahaan yang telah jatuh tempo.
Tentang Pengeluaran Pemerintah
Oleh : Syeh Assery
Apakah yang dimaksud pengeluaran pemerintah? Bagaimanakah pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap output nasional di beberapa negara? Bagaimanakah teori mengenai pengeluaran pemerintah dari beberapa ekonom ataupun pemikir sosial lainnya?
Tulisan ini membahas kajian dari Arthur Gold Smith (2008) tentang pemahaman pengeluaran pemerintah, penelitian Erdal Karago and Kerim Ozdemir (2006) tentang pengeluaran pemerintah di Turki, dan penelitian Sajkumar Tulsidharan (2006) tentang pengeluaran pemerintah di India. Beikutnya juga dibahas sekilas penjelasan berbagai penelitian tentang pengeluaran pemerintah yang dikutip Tulsidharan seperti penelitian Landau (1986), Barro (1989,1990) Kormendi dan Meguire (1985), Ram (1986), Ashauer (1989), Cashin (1995), Rubinson (1977) Levine dan Renelt (1992).
Pembahasan lainnya adalah teori Musgrave dan Rostow, Wagner, Peacock dan Wiseman terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi juga tentang kaitan antara pengeluaran pemerintah dan crowding out. Bab II Pembahasan diakhiri dengan dua subbab yaitu tentang peranan pengeluaran pemerintah dalam ekonomi Islam dan pengeluaran pemerintah menurut ekonomi Pancasila.
Peranan dan Metode Penelitian Ilmuwan Muslim
Oleh : Syeh Assery
Dari beberapa pembahasan literature filsafat ilmu pengetahuan tampak adanya lompatan priode dari priode Yunani ke priode skolastik Eropa lalu ke priode Renaissance dan seterusnya, tanpa membahas atau mengakui adanya beberapa tokoh pemikir muslim yang memiliki peran dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Sebagai perimbangan pengetahuan mengenai “missing link” dalam sejarah filsafat ilmu pengetahuan adalah perlu juga memahami kontribusi pemikir pemikir muslim atau kita sebut muslim scientist. Adapun yang dimaksud adalah muslim scientist yang berjasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan science modern.
Dari ratusan muslim scientis sejak abad 600M hingga 1200M maka dibawah ini akan diceritakan 3 diantaranya. Diambilnya tiga tokoh dibawah ini karena kontribusi mereka dalam mendahulukan metode penelitian dengan menggunakan matematika, observasi, bahkan pengujian empiris dalam memperoleh kebenaran atau ilmu pengetahuan. Juga mewakili pemikir muslim pada tahun 800an, 900an, dan 1000an Masehi.
Pasang Surut Positivisme
Oleh: Syeh Assery
Dalam pembahasan Filsafat Ilmu Pengetahuan dalam kaitan dengan metodologi penelitian, kita mengenal dua aliran, yaitu positivist dan non positivist. Positivisme adalah paham yang dianut secara mainstream (mayoritas) sedangkan non-positivisme dianut oleh sedikit peneliti atau ilmuwan, walaupun akhir-akhir ini semakin banyak pendukung aliran non-positivisme ini.
Perkembangan epistemologi kaum positivis dapat dikelompokkan sebagai berikut :
• Naïve Induktif
• Logical Positivism (Vienna Circle)
• Logical Empiricism (Carnap)
• Falsificationism (Karl Popper)
• Scientific Revolution (Thomas Kuhn)
• Research Programme (Imre Lakatos)
• Epistemological Anarchy (Paul Feyeraband)
Berikut ini akan diberikan penjelasan pasang surut positivisme dari sangat positiv (naive induktif) sampai kepada anarkisme yang didengungkan Feyerabend.
Sedikit tentang Filsafat Ilmu
Oleh : Syeh Assery
Manusia dalam memahami dunia sekelilingnya mengenal dua sarana:
1. Pengetahuan ilmiah (Scientific Knowledge): merupakan pengetahuan yang sistematis dengan berbagai hipotesis yang telah dibuktikan kebenarannya secara sah.
2. Penjelasan gaib (mystical explanation) atau metafisik (non-scientific knowledge) yang tak mungkin diuji sahnya untuk menjelaskan rangkaian suatu peristiwa.
Di antara rentangan pengetahuan ilmiah dan metafisis terdapat persoalan-persoalan ilmiah (scientific problem) yang merupakan kumpulan hipotesis yang dapat diuji tetapi belum secara sah dibuktikan kebenarannya.
-
Recent
- Politik : Komoditas atau Aktivitas?
- Contoh Kritik Artikel Jurnal
- Berkolaborasi Antar Organisasi
- Strategi Mempercepat Pemberdayaan UMKM
- Disain Organisasi Modular
- Mengukur Keunggulan Bersaing
- Mengukur Efektifitas Organisasi
- Kolaborasi Antar Organisasi
- Orientasi dalam Supply Chain
- Inovasi Berkelanjutan
- Memahami Kembali tentang Keunggulan Bersaing
- Organizational Culture
-
Links
-
Archives
- July 2009 (3)
- May 2009 (4)
- April 2009 (5)
- March 2009 (3)
- February 2009 (5)
- November 2008 (1)
- October 2008 (2)
- September 2008 (4)
- August 2008 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
